Novel

Novel Terbaik

Selasa, 29 Oktober 2019

Bagian 26, Jerih yang Terbayar

›
Malam ini aku tak bisa tidur. Pikiranku terpusat pada mesin imajinasi Hasan. Seperti apa bentuknya? Memarut daging kelapa dalam kecepata...

Bagian 25, Mesin Impian Hasan

›
Hari ahad, Syahid kuminta mengantarkanku silaturahim ke rumah Hasan. Kudengar kakinya terkilir setelah pertandingan. Kami mengayuh seped...

Bagian 24, Bunga Untuk Wanita Suci

›
Ada kebiasaan unik di Desa Cahaya. Kebiasaan ini bermula dari cerita rakyat tentang Malin Kundang dari Pulau Sumatera. Kau tahu kawan, p...

Bagian 23, Anggap Saja Dia Sahabat

›
Satu lagi masalahku, tepat ketika pertandingan penyisihan pertama melawan sekolah desa seberang timur. Hasan, kiper andalanku tidak dipe...

Bagian 22, Baju - Baju Wasiat

›
Setiap sore setelah pulang sekolah dan menyelesaikan mengantar telur-telur kepada para langganan, aku melatih sepak bola kelas lima dan ...

Bagian 21, Mental Juara

›
Dunia berjalan demikian cepat, sudah hampir satu bulan aku di desa Cahaya. Kini, aku punya pekerjaan baru selain menjadi guru, wirausaha...
‹
›
Beranda
Lihat versi web
Diberdayakan oleh Blogger.