Novel

Novel Terbaik

Jumat, 08 November 2019

Bagian 62, Rehat Akhir (End)

›
Jangan terlalu memikirkan yang lalu, Dan juga yang akan terjadi Pepatah mengatakan : Kemarin adalah sejarah Besok adalah miste...

Bagian 61, Hidup adalah Pilihan

›
Burung besi mulai meninggi, hamparan hijau bumi terlihat begitu indah, ini pertama kali bagiku naik pesawat terbang. Aku duduk di dekat ...

Bagian 60, Tatapan-Tatapan Cinta

›
Musim kucing kawin. Manusia lagi banyak hajatan pernikahan, kok dikatakan musim kucing kawin. Dasar masyarakat, bisanya mencari-cari se...

Bagian 59, Kenangan di Antara Air Mata

›
Seorang lelaki datang ke rumah memakai motornya. Turun sambil tersenyum menatapku, saat aku tengah mengantarkan telur-telur bebek ke pel...

Bagian 58, Jikalau...

›
Hancur dan hangus. Begitulah hatiku, seperti kertas dan dedaunan kering yang terbakar, musnah. Semua yang tersisa, habis sudah dalam jiw...

Bagian 57, Karena Cinta Harus Diperjuangkan

›
Pagi ini aku berlari-lari setelah shalat Subuh di masjid, terasa sejuk. Desa Cahaya telah mengalami kemajuan, jalanan telah mulus. Jalan...

Bagian 56, SMP Negeri Cahaya

›
Murid-murid kelas enam Sekolah Cahaya dinyatakan lulus semua, dan bukan itu yang membuat aku bisa tersenyum dengan puas, begitu pun Pak ...
›
Beranda
Lihat versi web
Diberdayakan oleh Blogger.